Kisah Kasih Di Toilet - FantasiSexx

Rabu, 30 Mei 2012

Kisah Kasih Di Toilet

Minggu siang itu udara Jakarta panas sekali. Sebuah metromini masih ngetem di depan sebuah gedung di Jakarta utara, menunggu penumpang. Meski kesal, para penumpang terpaksa bersabar.
Tak lama, masuk seorang pemuda preman. Sebut saja namanya Doni. Dengan mulut bau minuman, dia lantas beraksi di depan para penumpang metromini. "Siang bapak-ibu, langsung aja, saya minta duit recehnya 500 atau 1000 perak. Receh buat anda, berharga buat saya!".
Doni lantas menadahkan tangannya ke tiap penumpang. Ada yang ngasih, ada yang cuma melambaikan tangan. Di pojok, seorang mahasiswi asyik dengan handphonenya sehingga dia tidak sadar kalau Doni sudah di depannya dan menadahkan tangan.
"Mbak! recehnya dong!" kata Doni sambil nyolek mahasiswi itu.
"Ih apaan sih! Ga ada!" kata mahasiswi yang kita sebut saja Merry itu sambil sebal. Dia lantas bangkit dan pindah duduk ke bangku depan.
Doni melotot. Dalam hatinya dia ngedumel "Sialan lo! awas lo ya!". Biasanya langsung turun, Doni kali ini tetap di dalam metromini, duduk sambil agak sembunyi di bangku belakang.
Metromini berjalan lagi. Saat sampai di depan sebuah mal besar, metromini berhenti. Beberapa penumpang turun termasuk Merry. Dia tidak sadar kalau Doni ikut turun dan membuntuti agak jauh di belakang.
Merry keluar-masuk beberapa toko di dalam mal, sedangkan Doni memperhatikannya terus. Selang beberapa saat, Doni melihat Merry berjalan ke arah WC. "Ini die kesempatan gue. Awas lo ya!" kata Doni dalam hati.
Sambil celingak-celinguk, Doni memperhatikan sekeliling. Kebetulan WC itu berada di pojok gedung dan suasana sepi. Dia melihat Merry sudah masuk ke dalam WC perempuan.
Doni segera ikut masuk setelah melihat tidak ada penjaga di situ. Dia lalu mengganjal pintu masuk dengan bangku di situ supaya tidak ada yang bisa masuk lagi. Dia kemudian bersembunyi di sebuah kamar toilet yang kosong sambil mendengarkan Merry yang sedang buang air.
Doni mendengar pintu toilet tempat Merry berada terbuka. Pelan-pelan dia mengintip dan melihat Merry sudah keluar dan kini sedang berada di depan kaca sambil membetulkan roknya.
"Ini die saatnya!" kata Doni. Dengan cepat dia keluar dari toilet lalu berlari ke belakang Merry, memiting lehernya lalu membantingnya ke lantai. Merry yang tidak tahu bakal diserang menjadi kaget. Dia mencoba bangun tapi Doni segera memukul wajahnya dan perutnya. Buk! Buk!
Saking kerasnya pukulan, Merry langsung mengerang kesakitan. Doni tidak tanggung-tanggung lagi. Dia segera menyibakkan rok yang dipakai Merry, langsung menarik celana dalam putih yang dipakai mahasiswi itu. "Awas lo anjing lo!" kata Doni dengan ganas.
Doni lantas menindih Merry, tangannya berusaha membuka paha Merry lebar-lebar. Merry yang masih kesakitan berusaha menangkis tapi tidak kuat melawan Doni yang sudah nafsu. Dengan terburu-buru, Doni lalu membuka retsleting celananya dan memperosotkan celananya. Kontolnya yang sudah tegang langsung keluar.
Sambil tangan kanannya memegang kedua tangan Merry, Doni memakai tangan kirinya untuk mengarahkan kontolnya ke arah vagina mahasiswi itu. Merry mulai menangis tapi langsung ditampar Doni. Doni mulai mencoba memasukkan kepala kontolnya tapi masih susah karena lobang vagina Merry kecil dan masih kering. "Anjing lo!" sumpah Doni lagi sambil membuang ludah yang kemudian dipakai membasahi kontolnya.
Kali ini kepala kontolnya mulai bisa masuk. Doni lantas mengangkat kedua kaki Merry supaya dia lebih leluasa beraksi. Merry terus menangis dan mengerang, tapi tidak bisa apa-apa karena tangannya dipegangi. Dengan sekuat tenaga Doni mencoba memasukkan batang kontolnya dan kali ini mulai masuk.
Doni merasa ada sesuatu yang menghalangi. "Ini die perawan asli!" kata Doni dalamhati sambil ketawa-ketawa. Dia agak mencabut keluar kontolnya, lalu dengan sekuat tenaga mendorong kontolnya sejauh-jauhnya ke dalam vagina Merry. Slep! Srot! Selaput dara Merry pecah!
"Aaa..huhuhuhuh!" jerit Merry yang kesakitan setelah selaput daranya pecah ditembus kontol Doni. Perlahan darah kental mulai keluar dari lobang vaginanya, membasahi lantai WC.
Doni masih terengah-engah, kontolnya keluar-masuk vagina Merry. Peluh Doni menetes membasahi muka mahasiswi yang terus menangis. "Rasain lo anjing!" kata Doni sambil kembali menampar perempuan manis itu.
Karena sudah tidak tahan lagi, Doni segera mengangkat kaki Merry lebar-lebar, lalu sambil mengeden keras, dia segera mengucurkan seluruh air maninya di dalam vagina perempuan itu. "Aaah...!" kata Doni sambil mengeden menahan kenikmatan.
Doni terdiam sejenak. Seluruh kenikmatan itu membuat badannya bergetar. di bawah badannya, Merry masih mengguguk menangis kesakitan.
Perlahan Doni bangun, mengusap kepala kontolnya yang masih berlumur darah dengan celana dalam Merry. Lantas celana dalam itu dilemparkannya ke muka perempuan itu. "Nih rasain lo anjing!"
Doni lantas memakai kembali celananya dan perlahan sambil celingak-celinguk melihat keluar dari pintu WC. Aman, tidak ada orang lain. Dia segera sedikit berlari keluar dari mal itu dan lantas mencegat sebuah metromini untuk kembali ke tempat nongkrongnya.
Merry sendiri perlahan bangkit dari lantai WC. Vaginanya perih sekali. Dia menangis lalu berusaha bangkit sambil berpegangan ke dinding WC. Darah masih mengalir dari vaginanya dan jatuh ke paha. Dengan terseok-seok Merry kembali masuk toilet dan menggunakan celana dalamnya untuk membersihkan diri. Sungguh hari itu menjadi hari kelam baginya.

The end